Cahaya Malam (Feature)

Nama              : Ratna Sari
Npm                : D0C015001
Jurusan          : D3 Jurnalistik
Feature
Cahaya Malam

Siang berganti malam, cahaya mataharipun perlahan-lahan menenggelamkan diri, bulan dengan cahaya putih muncul perlahan, menyinari malamnya dunia. Tak hanya itu disepenjang jalan malam yang gelap, tiba-tiba muncullah kemerlip cahaya yang menyinari semua kehidupan yang lewat ataupun yang berada disana, cahaya yang begitu indah menemani dinginnya maupun sunyinya malam, menghilangkan rasa takut yang menghantui.
Hari terus berlalu, cahaya yang terang benderang menyinari gelapnya malam, memberikan keindahan bagi kota kecil yang mempunyai seribu harapan, tidak disangka semua keindahan itu perlahan menghilang, entah apa yang membuat cahaya itu pergi, sekarang malam gelap kembali lagi, rasa takut menghantui.
Tangan yang tidak mempunyai dosa dicemari dengan hati yang jahat, tidak perduli akan keindahan kota kecil ini, tidak perduli akan kegunaaan cahaya malam ini, yang dia tau hanya materi yang akan ia dapatkan.
Tak puas dengan hanya merusak, mereka seperti tidak mempunyai dosa untuk mengambil satu persatu properti yang dimiliki cahaya itu, cahaya yang berbuat baik untuk menerangi jalan, mereka rebut tanpa belas kasihan, hancurkan, robohkan, itulah yg mereka lakukan terhadap cahaya malam.
Larut malam, tanpa adanya orang yang lalu lalang melewati jejeran cahaya dipinggir jalan, disaat itulah dengan kasar mereka mencabutnya, cahaya tak berkutik, cahaya tak melawan, cahaya hanya pasra atas apa yang mereka lakukan.
Cahaya yang lainnya redup menampakkan kesedihan yang mereka rasakan, yang seharusnya cahaya menerangi jalan dengan berbaris rapi memberikan cahaya yang terang benderang, menampakkan kebahagian apabila ada yang melihatnya, sekarang semuanya nampak menyedihkan, satu persatu hancur, hilang, dan rusak.
Tangan nakal tidak berhenti disitu, setiap tengah malam mereka melakukan kegiatan jahatnya, kapan mereka akan jerah ? kapan mereka akan tau rasanya dihancurkan ? kapan mereka akan memberentikan kejahatan ini ?
Hanya tangan nakal itu tak akan berhenti, cahaya perlahan-lahan menghilang, kota kecil yang mempunyai seribu harapan menjadi kota kecil yang gelap gulita, cahaya tak mau lagi menghampiri kota kecil itu, cahaya merasa kecewa karena tak dihargai, sekarang hiduplah kota kecil yang gelap.
Rawatlah aku, jagalah aku, hargai aku, cintai aku, kalian lakukan itu akan aku balas dengan terangnya cahaya yang akan menerangi malam gelap kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kulit Lantung dan Batik Basurek Khas Bengkulu (Feature)

Ujian Nasional 2017 Masih Ada Yang Manual (Straight News)